Roda terus berputar, Hidup dari tambal ban

Roda terus berputar, Hidup dari tambal ban

Di tengah gelapnya malam, seorang pria berdiri di bawah cahaya lampu redup di sebuah bengkel tambal ban sederhana yang terbuat dari kayu dan terpal bekas. Terlihat ban-ban bekas menggantung di sekelilingnya, menjadi saksi bisu kerasnya perjuangan hidup di sektor informal. Sebuah gerobak tambal ban dan motor pelanggan menjadi bagian dari rutinitas malam itu sunyi tapi penuh makna.

Foto ini merekam realita ekonomi akar rumput, di mana keterampilan tangan dan ketekunan menjadi modal utama untuk bertahan hidup. Usaha tambal ban seperti ini merupakan bentuk ekonomi mikro yang tumbuh dari kebutuhan harian masyarakat. Tanpa akses modal besar, para pelaku usaha kecil ini mengandalkan kerja keras, jam kerja panjang, dan loyalitas pelanggan sebagai fondasi ekonomi mereka.

Dalam sistem ekonomi yang terus berputar, peran sektor informal seperti tambal ban sering kali terabaikan, padahal mereka adalah tulang punggung mobilitas dan aktivitas masyarakat sehari-hari. Foto ini mengajak kita untuk melihat lebih dekat bagaimana roda ekonomi benar-benar terus berputar tak hanya di pusat perbelanjaan dan perkantoran, tetapi juga di sudut-sudut jalan kota yang sunyi.

2 Suka

55
Bagikan

Konten Terkait