PASURUAN, SUAR MAHASISWA AWARDS — Menjemur ikan asin menjadi pemandangan khas di pesisir Kota Pasuruan, Jawa Timur. Aktivitas ini dilakukan oleh para nelayan dan pelaku usaha pengolahan ikan sebagai bagian dari proses pengawetan secara tradisional. Ikan hasil tangkapan laut dibersihkan, dibumbui garam, lalu dijemur di bawah terik matahari hingga kering. Deretan anyaman bambu atau para-para yang dipenuhi ikan asin menciptakan panorama unik yang identik dengan kawasan pesisir.
Kegiatan menjemur ikan asin tidak hanya menjadi rutinitas harian, tetapi juga sumber penghidupan utama bagi banyak keluarga nelayan. Proses pengeringan memanfaatkan panas matahari alami, sehingga kualitas dan cita rasa ikan asin terjaga. Kota Pasuruan dikenal menghasilkan berbagai jenis ikan asin, seperti ikan layur, teri, dan tongkol, yang dipasarkan ke berbagai daerah di Jawa Timur maupun luar provinsi.
Meski terkesan sederhana, proses menjemur ikan asin membutuhkan ketelitian untuk memastikan hasil olahan tetap layak konsumsi dan tahan lama. Faktor cuaca menjadi tantangan tersendiri, sehingga para pengolah ikan harus menyesuaikan waktu penjemuran agar terhindar dari hujan. Aktivitas ini tidak hanya menjadi bagian dari roda ekonomi masyarakat pesisir Pasuruan, tetapi juga merepresentasikan kearifan lokal yang bertahan di tengah perkembangan zaman.
Iswahyura Putra Wasisa, Universitas Yudharta Pasuruan
