PASURUAN, SUAR MAHASISWA AWARDS – Di pesisir Kota Pasuruan, pemandangan deretan ikan yang dijemur di bawah terik matahari menjadi aktivitas keseharian yang sarat makna. Ikan-ikan hasil tangkapan nelayan dibersihkan, diberi garam, lalu ditata rapi di atas anyaman bambu atau para-para kayu agar kering sempurna. Kilauan garam di tubuh ikan yang terkena sinar matahari seolah menambah keindahan sederhana dari proses panjang menjaga hasil laut tetap awet.
Tradisi menjemur ikan asin ini tidak hanya menjadi bagian dari mata pencaharian masyarakat pesisir, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal dalam mengolah sumber daya laut. Dengan cara pengawetan tradisional, ikan asin mampu bertahan lama dan mudah didistribusikan, sehingga menjadi komoditas penting yang menunjang ekonomi keluarga nelayan. Bau khas ikan asin yang menyebar ke penjuru kampung seakan menjadi penanda kehidupan pesisir yang hangat dan penuh semangat kerja keras.
Kini, kegiatan menjemur ikan asin juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang ke Pasuruan. Deretan ikan yang dijemur di tepi jalan atau di dekat pantai menciptakan lanskap budaya visual yang khas, menggambarkan hubungan erat antara manusia dan laut. Di balik kesederhanaannya, aktivitas ini menyimpan nilai ketekunan, kebersamaan, dan warisan tradisi yang terus dijaga oleh masyarakat pesisir Pasuruan.
Iswahyura Putra Wasisa, Universitas Yudharta Pasuruan
