Pendidikan di Era Digitalisasi: Akselerasi atau Justru Degradasi?
Pendidikan di Era Digitalisasi: Akselerasi atau Justru Degradasi?

Pendidikan di Era Digitalisasi: Akselerasi atau Justru Degradasi?

Pendidikan
24 September 2025

SUAR MAHASISWA AWARDS — Dalam menghadapi kemajuan zaman terutama dalam beradaptasi dengan zaman serba digital saat ini, pendidikan bukan hanya sekedar proses belajar tatap muka. Saat ini, metode pendidikan sudah mulai menyesuaikan diri bahkan terbiasa dan bergerak mengikuti perkembangan zaman, mulai dari kurikulum, proses, hingga sumber belajar yang interaktif dan mudah diakses.

Digitalisasi berarti proses memanfaatkan teknologi berbasis digital. Sementara digitalisasi pendidikan merupakan proses memanfaatkan teknologi berbasis digital pada pembelajarannya. Jika diibaratkan, pendidikan adalah perahu yang berlayar, sementara digitalisasi adalah teknologi yang akan mempermudah perjalanan menuju tujuannya. Tanpa teknologi, perahu akan tetap bisa berlayar, namun teknologi akan mempermudah bahkan mempercepat perjalanan. Di balik efisiensi itu, muncul pertanyaan “apakah digitalisasi pendidikan ini memang sebuah akselerasi atau dianggap sebagai sebuah degradasi yang menggerus esensi pendidikan sesungguhnya?”

Berkaca dari hal tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengambil kebijakan dengan mengupayakan 300 ribu sekolah untuk memiliki jaringan internet pada akhir tahun 2025 ini, untuk menyesuaikan perkembangan zaman terutama mendukung digitalisasi pembelajaran. Selain itu, September 2025 pemerintah resmi meluncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran sebagai satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.

Program ini menghadirkan konten pembelajaran digital, pelatihan tenaga pendidik yang berguna untuk mempercepat transformasi pendidikan di Indonesia. Hal ini berarti, digitalisasi dinilai sebagai sebuah peluang yang mendukung kemajuan pendidikan karena memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah, pemahaman materi yang lebih baik, hingga pengembangan keterampilan digital masa kini.

Namun, sewajarnya sifat digitalisasi ini akan tergantung bagaimana kita mengelolanya. Tidak dapat dipungkiri tentunya terdapat tantangan yang harus dihadapi. Berdasarkan peta jalan pendidikan Indonesia 2025-2045 (Bappenas), tantangan tersebut mencakup keterbatasan infrastruktur, tingkat kesiapan tenaga pendidik, dan juga kesenjangan digital yang bagaimanapun akan memerlukan solusi dalam mewujudkan pendidikan yang ideal.

Meskipun terdapat banyak peluang, digitalisasi pendidikan ini juga memberikan tantangan. Berdasarkan data Bappenas, sekitar 27.650 satuan pendidikan belum memiliki akses internet, sementara 3.323 satuan pendidikan tidak memiliki akses listrik. Ketimpangan akses ini akan mempersulit penyediaan pendidikan digital secara merata, terutama untuk daerah terpencil.

Meski demikian, pendidikan hari ini tanpa digitalisasi menjadi suatu hal yang terasa sangat jauh tertinggal. Tidak bisa dipungkiri digitalisasi pun akan memberikan efisiensi seperti memperluas akses pembelajaran digital, mendorong kreativitas, bahkan inovasi sekalipun.

 

Penulis: 

Khairini

Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi

1 Suka

44
Bagikan

Artikel Terkait